Garut – Beberapa waktu lalu, saya sempat melakukan kunjungan ke Candi
Cangkuang, Kabupaten Garut. Dari Bogor,
saya bersama rekan-rekan untuk melakukan sebuah riset. Karena, Candi Cangkuang
diperkirakan kemunculannya sama dengan candi Batu Jaya di Karawang. Untuk itulah,
saya bersama rekan-rekan tidak menyia-nyiakan undangan untuk dating ke Candi
Cangkuang.
Pertama kita bermalam di Universitas Pakuan sambil menunggu rombongan
lainnya. Akhirnya kami berangkat pukul 6 pagi, kami ikut bersama rombongan
mahasiswa Universitas Pakuan yang ingin melakukan study tour. Perjalanan cukup
panjang, kami menempung perjalanan selama 6 jam dari Bogor. Dengan memilih
jalur Tol Cipularang.
Setelah 6 jam, akhirnya kami sampai di Kecamatan Leles, Kabupaten
Garut. Karena Candi Cangkuang sendiri berada di wilayah Kecamatan Leles. Yang
unik dari Candi Cangkuang, candi ini berada di tengah Danau Cangkuang. Jadi kita
harus menggunakan rakit untuk menuju lokasi Candi.
Keunikan lain dari candi ini adalah, terdapatnya sebuah makam penyebar
agama islam di samping Candi Cangkuang. Makam itu adalah makam Mbah Arif
Muhammad. Menurut cerita turun temurun, beliau adalah seorang prajurit Mataram
yang melarikan diri ke daerah Garut. Dan akhirnya beliau di makamkan di lokasi
Candi berdiri sekarang.
Candi Cangkuang sendiri pertama kali ditemukan oleh Prof, Dr, Uka
Tjandrasasmita, seorang arkeolog dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun
1966. Beliau menemukan Candi Cangkuang berdasarkan catatan Belanda yang dia
miliki.
Akhirnya pada tahun 1974 dilakukan pemugaran di seputar lokasi hingga
tahun 1976. Dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun
1977. Namun hingga kini, keberadaan Candi Cangkuang sendiri masih jadi
perdebatan. Karena masih belum diketahui berasal dari kerajaan mana candi
cangkuang.
TheBuitenlanders