Rabu, 26 Desember 2012

Perjalanan menuju Candi Cangkuang


Garut – Beberapa waktu lalu, saya sempat melakukan kunjungan ke Candi Cangkuang, Kabupaten Garut.  Dari Bogor, saya bersama rekan-rekan untuk melakukan sebuah riset. Karena, Candi Cangkuang diperkirakan kemunculannya sama dengan candi Batu Jaya di Karawang. Untuk itulah, saya bersama rekan-rekan tidak menyia-nyiakan undangan untuk dating ke Candi Cangkuang.
Pertama kita bermalam di Universitas Pakuan sambil menunggu rombongan lainnya. Akhirnya kami berangkat pukul 6 pagi, kami ikut bersama rombongan mahasiswa Universitas Pakuan yang ingin melakukan study tour. Perjalanan cukup panjang, kami menempung perjalanan selama 6 jam dari Bogor. Dengan memilih jalur Tol Cipularang.
Setelah 6 jam, akhirnya kami sampai di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Karena Candi Cangkuang sendiri berada di wilayah Kecamatan Leles. Yang unik dari Candi Cangkuang, candi ini berada di tengah Danau Cangkuang. Jadi kita harus menggunakan rakit untuk menuju lokasi Candi.
Keunikan lain dari candi ini adalah, terdapatnya sebuah makam penyebar agama islam di samping Candi Cangkuang. Makam itu adalah makam Mbah Arif Muhammad. Menurut cerita turun temurun, beliau adalah seorang prajurit Mataram yang melarikan diri ke daerah Garut. Dan akhirnya beliau di makamkan di lokasi Candi berdiri sekarang.
Candi Cangkuang sendiri pertama kali ditemukan oleh Prof, Dr, Uka Tjandrasasmita, seorang arkeolog dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1966. Beliau menemukan Candi Cangkuang berdasarkan catatan Belanda yang dia miliki.
Akhirnya pada tahun 1974 dilakukan pemugaran di seputar lokasi hingga tahun 1976. Dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 1977. Namun hingga kini, keberadaan Candi Cangkuang sendiri masih jadi perdebatan. Karena masih belum diketahui berasal dari kerajaan mana candi cangkuang.

TheBuitenlanders