Arkeolog
Temukan Bukti Sejarah di Gunung Sodong
LEUWILIANG
–
Tim Arkeolog Universitas Indonesia (UI) yang melakukan Eskavasi di
Gunung Sodong, Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang akhirnya menemukan
bukti sejarah di lokasi tersebut. Pada penelitian hari ke empat, Rabu
(10/4) lalu, tim yang dipimpin Cecep Eka Permana menemukan sisa-sisa
barang peninggalan bersejarah. Hal itu membuktikan jika di lokasi
tersebut adalah pemukiman pra sejarah zaman Neolitikum.
Cecep
menjelaskan, saat menggali, tim menemukan bukti-bukti seperti
tembikar dan keramik yang diperkirakan peninggalan abad ke-14.
“Diperkirakan ini abad ke-14, kalau yang di puncak gunung, kita
menemukan yang lebih tua lagi, seperti alat batu untuk bercocok
tanam. Diperkirakan itu masuk zaman pra sejarah,” katanya ketika
ditemui Metropolitan, saat melakukan eskavasi.
Cecep
menerangkan, tim eskavasi sendiri akan meneliti di lokasi sekitar
satu minggu. Pada hari keempat lalu, tim juga menemukan gua-gua di
Gunung Sodong dan itu diperkirakan bekas galian masa lampau. “Kita
membagi tim menjadi dua, satu penggalian dan dua penelusuran. Tim
penelusuran sendiri mendapatkan gua-gua yang berada di Gunung Sodong
ini,” ungkapnya.
Mengenai
dugaan Gunung Sodong sebagai Pemukiman, Cecep sedikit menjelaskan
secara alamiah. Menurutnya, di wilayah itu diapit dengan dua sungai
besar di dekatnya. Kontur tanah yang memiliki kandungan endapan
gunung api. “Lokasi ini memang sangat strategis untuk sebuah
pemukiman, diapit dua sungai dan lokasinya benar-benar pas untuk
sebuah pemukiman,” jelas Cecep.
Cecep
lalu menyimpulkan sementara hasil penemuan di Gunung Sodong itu.
Menurutnya, di lokasi itu memang terdapat sebuah situs. Tetapi situs
pemukiman zaman pra sejarah. “Situs itu ada dua macam bentuknya,
situs berupa batu atau arca dan ada yang pemukiman zaman sejarah. Dan
yang ada di sini adalah situs pemukiman sejarah,” terangnya.
Besok,
rencananya eskavasi akan dilanjutkan. Usai mengambil sampel di
lapangan, tim akan meneliti lebih lanjut keberadaan temuan di lokasi.
Setelah itu, tim bekerjasama dengan Pemkab Bogor untuk melakukan
seminar atas penemuan tersebut. (fik/els/na)
Sumber: Metropolitan
